Tak
ada yang lebih indah ketika melakukan sebuah perjalanan yaitu menemukan banyak
hal baru; pemikiran, kebiasan/adat istiadat dan cerita petualangan ditempat
yang baru tentunya. Setiap orang punya cara untuk mengobati rasa sakit
kebosanan rutinitas. Inilah cara saya dalam menemukan obatnya dengan
“Travelling/Melancong”.
Okeee
kembali ke topik pembahasan…. (Hehe :D)
Hari
keduapun kembali menghampiri. Rencananya pagi ini kami akan kembali eksplor
pulau tomia, tempat pertama yang akan kami kunjungi adalah salah satu benteng
yang ada di kecamatan tomia induk. Benteng Patua namanya, salah satu bangunan
megah pada masa itu. Benteng bersejarah yang merupakan bukti perlawanan akan
ketidak adilan penjajahan. Benteng sekaligus pusat pemerintahan dari masyarakat
pulau tomia diwaktu lampau.
 |
| Benteng Patua |
Selesai
menyiapkan perbekalan, kamipun bergegas untuk menuju spot benteng Patua.
Perjalanan ke benteng dari tempat tinggal kami di Bahari kurang lebih 30 menit
dengan menggunakan sepeda motor. Akses jalan yang kami lalui yaitu menuju arah
kel. Waha. Karena informasi yang kami dapat, jalur terdekat jika melalui akses
arah ke desa kahianga jalannya kurang bagus masih dalam proses perbaikan.
 |
Tangga naik ke atas benteng
|
 |
| Halaman utama benteng |
 |
| Goa tempat sembunyi ketika ada serangan udara |
Setelah
puas melakukan eksplor benteng Patua kamipun melanjutkan perjalanan ke tempat
yang kedua “Tee Wali”. Sebuah kolam air didasar goa batuan cadas yang berada
didesa Wali. Konon ada sebagian masyarakat disini yang percaya bahwa air dari
Tee Wali ini bisa digunakan sebagai obat penyembuhan penyakit.
 |
| Goa Tee Wali |
 |
| Suasana dalam Tee Wali |
Dari
benteng Patua ke Tee Wali ini tidak terlalu jauh, hanya saja jalannya yang
sempit dengan bukit yang cukup terjal menjadi tantangan tersendiri. Kurang
lebih 20 menit akhirnya sampai juga di tempat yang kedua ini. Segera kami cari
tempat berteduh untuk istrahat bakar ikan sebagai santapan makan siang bekal
yang kami bawa tadi.
 |
| Proses bakar ikan lengkap dengan kasuami (makanan khas Wakatobi) |
Selesai
makan kami langsung bergegas untuk mandi di kolam Tee Wali ini, jangan
disia-siakan waktunya karena kapan lagi “Kata Bung Asep” sepupu saya sambil
tertawa (Hehe :D).
Tak
terasa waktu udah sore saatnya tuk pulang ke rumah, rute pulang kami lewat desa
kahianga dan puncak tomia yang telah kami eksplor kemarin.
Keesokan
harinya tempat yang akan ditelesuri adalah sebuah pantai nan eksotik yang
berada diujung timur pulau tomia “Pantai Huntete”. Pantai yang berada di bawah
perbukitan cadas, dengan pasir putihnya nan halus. Lautnya yang biru, dengan
biota laut yang mempesona menambah eksotiknya pantai ini.
 |
| Pantai Huntete |
 |
| Tebing pantai Huntete |
 |
Sudut Pantai Huntete
|
 |
| Huntete Beach |
Sore
harinya kami lanjutkan perjalanan ke salah satu tempat pemandian dibagian
paling utara pulau tomia, yaitu sebuah goa dan kolam alam “Endaopa” di desa
Wali.
 |
| Pict. 1 Kolam alam Endaopa |
 |
| Pict. 2 Kolam alam Endaopa |
Keseruan
lainnya di wakatobi adalah ketika mengunjungi salah satu resort wisata kelas
dunia di pulau Tolandono. Bisa dibaca
pada cerita selanjutnya Wakatobi On Vacation part IV.
Klik I'm Travelling...!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar