Sabtu, 24 September 2016

Wakatobi On Vacation Part III

Tak ada yang lebih indah ketika melakukan sebuah perjalanan yaitu menemukan banyak hal baru; pemikiran, kebiasan/adat istiadat dan cerita petualangan ditempat yang baru tentunya. Setiap orang punya cara untuk mengobati rasa sakit kebosanan rutinitas. Inilah cara saya dalam menemukan obatnya dengan “Travelling/Melancong”.

Okeee kembali ke topik pembahasan…. (Hehe :D)

Hari keduapun kembali menghampiri. Rencananya pagi ini kami akan kembali eksplor pulau tomia, tempat pertama yang akan kami kunjungi adalah salah satu benteng yang ada di kecamatan tomia induk. Benteng Patua namanya, salah satu bangunan megah pada masa itu. Benteng bersejarah yang merupakan bukti perlawanan akan ketidak adilan penjajahan. Benteng sekaligus pusat pemerintahan dari masyarakat pulau tomia diwaktu lampau.

Benteng Patua 

Selesai menyiapkan perbekalan, kamipun bergegas untuk menuju spot benteng Patua. Perjalanan ke benteng dari tempat tinggal kami di Bahari kurang lebih 30 menit dengan menggunakan sepeda motor. Akses jalan yang kami lalui yaitu menuju arah kel. Waha. Karena informasi yang kami dapat, jalur terdekat jika melalui akses arah ke desa kahianga jalannya kurang bagus masih dalam proses perbaikan.

Tangga naik ke atas benteng


Halaman utama benteng


Goa tempat sembunyi ketika ada serangan udara
Setelah puas melakukan eksplor benteng Patua kamipun melanjutkan perjalanan ke tempat yang kedua “Tee Wali”. Sebuah kolam air didasar goa batuan cadas yang berada didesa Wali. Konon ada sebagian masyarakat disini yang percaya bahwa air dari Tee Wali ini bisa digunakan sebagai obat penyembuhan penyakit.


Goa Tee Wali



Suasana dalam Tee Wali

Dari benteng Patua ke Tee Wali ini tidak terlalu jauh, hanya saja jalannya yang sempit dengan bukit yang cukup terjal menjadi tantangan tersendiri. Kurang lebih 20 menit akhirnya sampai juga di tempat yang kedua ini. Segera kami cari tempat berteduh untuk istrahat bakar ikan sebagai santapan makan siang bekal yang kami bawa tadi.


Proses bakar ikan lengkap dengan kasuami (makanan khas Wakatobi)

Selesai makan kami langsung bergegas untuk mandi di kolam Tee Wali ini, jangan disia-siakan waktunya karena kapan lagi “Kata Bung Asep” sepupu saya sambil tertawa (Hehe :D).

Tak terasa waktu udah sore saatnya tuk pulang ke rumah, rute pulang kami lewat desa kahianga dan puncak tomia yang telah kami eksplor kemarin.

Keesokan harinya tempat yang akan ditelesuri adalah sebuah pantai nan eksotik yang berada diujung timur pulau tomia “Pantai Huntete”. Pantai yang berada di bawah perbukitan cadas, dengan pasir putihnya nan halus. Lautnya yang biru, dengan biota laut yang mempesona menambah eksotiknya pantai ini.

Pantai Huntete

Tebing pantai Huntete

Sudut Pantai Huntete


Huntete Beach



Sore harinya kami lanjutkan perjalanan ke salah satu tempat pemandian dibagian paling utara pulau tomia, yaitu sebuah goa dan kolam alam “Endaopa” di desa Wali.

Pict. 1 Kolam alam Endaopa

Pict. 2 Kolam alam Endaopa


Keseruan lainnya di wakatobi adalah ketika mengunjungi salah satu resort wisata kelas dunia di pulau Tolandono.  Bisa dibaca pada cerita selanjutnya Wakatobi On Vacation part IV.

Klik I'm Travelling...!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar