Setelah
sekian lama purnama, akhirnya punya kesempatan juga tuk kembali menulis. Tulisan
kali ini tentang perjalanan saya ke wakatobi
sekalian mudik juga, karena kebetulan saya asli putra daerah Wakatobi. Jadi
kalau teman-teman ingin ke Wakatobi, bisa hubungi saya untuk informasi dan
budget (Hehe :D).
![]() |
| Welcome to Wakatobi |
Kata
Wakatobi merupakan gabungan dari empat gugusan pulau besar yang ada dalam
kawasan taman laut nasional di provinsi Sulawesi Tenggara, Wakatobi
(Wangi-wangi, Kaledupa, Tomia, Binongko). Kabupaten Wakatobi merupakan hasil
pemekaran dari kabupaten Buton, dan pusat kotanya berada di Wanci pulau
Wangi-Wangi.
Akses
ke wakatobi bisa dilakukan via laut dan udara, untuk budget yang lebih murah sudah
tentu lewat perjalanan laut dengan menggunakan kapal pelni menuju Bau-Bau
dengan konsekuensi waktu perjalanan yg cukup lama. Bagi anda yang memiliki
budget yang cukup dan waktu yang terbatas sebaiknya menggunakan transportasi
udara via Makassar/Kendari/Bau-Bau/Wangi-Wangi.
Untuk
perjalanan saya kali ini menggunakan transportasi udara dari ternate menuju
Makassar (transit), keesokan harinya baru dilanjutkan penerbangan ke Wakatobi
karena dalam seminggu hanya dua kali penerbangan dari Makassar.
Perjalanan dari Bandara Sultan Babullah Ternate ke Bandara Internasional Sultan Hasanudin Makassar ditempuh dengan waktu kurang lebih 2 jam. Sampainya di Makassar saya menggunakan jasa taksi bandara untuk menuju tempat nginap disalah satu hotel murah yang berada di jl. Perintis kemerdekaan km 16 Komp. Kima Square dan aksesnya tidak terlalu jauh dengan Bandara.
Perjalanan dari Bandara Sultan Babullah Ternate ke Bandara Internasional Sultan Hasanudin Makassar ditempuh dengan waktu kurang lebih 2 jam. Sampainya di Makassar saya menggunakan jasa taksi bandara untuk menuju tempat nginap disalah satu hotel murah yang berada di jl. Perintis kemerdekaan km 16 Komp. Kima Square dan aksesnya tidak terlalu jauh dengan Bandara.
Untuk
informasi resmi taksi bandara di Makassar sangat jelas dan mudah, banyak
petugas bandara yang akan mengarahkan. Dengan menggunakan sistem modern digital
semacam mesin ATM kita bisa memilih perusahan taksi yang bisa kita gunakan.
Ongkos taksi dari bandara disesuaikan dengan wilayah tempat yang akan dituju.
Makassar sendiri wilayahnya sudah dibagi-bagi perzona wilayah untuk yang
terdekat wilayah 1, selanjutnya wilayah 2 sampai terjauh wilayah 4. Hotel yang
kami tuju masuk di wilayah 2 dengan budget 144 ribu.
![]() |
| Konter Taksi Resmi Bandara |
Awalnya
niat untuk jalan-jalan di Kota Makassar, berhubung hujan lebat akhirnya
kuputuskan untuk istrahat saja, karena harus berangkat keesokan paginya. Penerbangan
ke Bandara Matahora Wakatobi ditempuh kurang lebih 2 jam (satu kali transit)
menggunakan pesawat perintis baling-baling, milik salah satu maskapai nasional
dengan jumlah penumpang kurang lebih 35 orang. Pesawat dengan tingkat
kebisingan yang luar biasa. Luar biasa oleng, luar biasa membuat degup jantung
was-was tapi aman karena sudah memenuhi standar penerbangan, cukup dengan harga
520 K untuk tiketnya (hehe :D).
Sebelum
ke bandara Matahora Wakatobi terlebih dulu transit di bandara Halu Oleo
Kendari, tidak perlu beranjak dari tempat duduk karena kurang lebih 25 menit
penerbangan yang menantang nyali segera berlanjut. Suara deru bising dari
baling-baling samping pesawat cukup membuat nyanyian diatas udara makin seru.
Salah
satu hal yang membuat saya tetap tenang dalam pesawat adalah pemandangan
gugusan pulau nan cantik dengan hamparan pasir putih bisa anda lihat dibilik
sempit jendela pesawat. Rasa takjub sungguh luar biasa Indonesiaku, anugerah
yang sudah sepatutnya kita syukuri di negeri yang sangat kaya ini.
Akhirnya
jreng… pesawatku mendarat mulus di Bandara Matahora Wanci, Wangi-Wangi. Kurang
lebih 45 menit dari transit di Kendari. Momen ini tidak bisa dilewatkan yaitu
momen foto2, karena harus segera secepatnya menuju pelabuhan speed boat penyebrangan ke Tomia (Tanah air beta… Hehe
:D). Untuk Pulau Wangi-Wangi sendiri cukup banyak objek wisatanya “Pantai
Sousu, Pantai Waha, Panorama Puncak Waginopo, Teluk Goa, Goa Kelelewar dan
Goa-Goa lain yang masih banyak lagi kalo saya sebutin satu-satu karena pulau
Wangi-Wangi adalah gerbang utama pusat menuju keindahan Wakatobi.
![]() |
| Bandar Udara Matahora Wakatobi |
Setelah
selesai foto-foto, langsung meluncur ke pelabuhan penyebrangan Tomia
menggunakan taksi dengan budget 50 K perorang. Jangan sampai salah karena untuk
ke Tomia ada dua akses pelabuhan “Pelabuhan Bajo Mola dan Pelabuhan Bajo
Jabal”. Pelabuhan Bajo Jabal melayani penyebrangan sekali setiap hari,
dibandingkan di Mola yang hanya hari tertentu untuk menyebrang.
Lagi
lagi faktor keberuntungan tidak memihak padaku, speed boat sudah berangkat
duluan. Mau tidak mau harus nginap juga. Akhirnya setelah Tanya sana sini
berbaur dengan warga suku bajo di Jabal, saya temukan juga tempat nginap dekat
pelabuhan dan murah dengan harga kamarnya 75k-150k permalam. Kuputuskan untuk
nginap disini dengan kamar 100k, fasilitasnya kamar mandi dalam, kipas angin
dan kasur untuk dua orang. Sudah lebih dari cukup penghematan budget.
![]() |
| Pelabuhan Speed Boat Bajo Jabal |
Keesokan paginya packing dan siap tuk menyebrang ke tomia, ongkos speed boat perorangnya 150k. cerita petualangan di Pulau Tomia yang sangat seru, nanti saya ceritakan selanjutnya yah… (Hehe :D)
Next Story Wakatobi On Vacation Part II
Klik I'm Travelling...!!!




Tidak ada komentar:
Posting Komentar