Rabu, 14 September 2016

Wakatobi On Vacation Part I

Setelah sekian lama purnama, akhirnya punya kesempatan juga tuk kembali menulis. Tulisan kali ini tentang perjalanan saya ke wakatobi  sekalian mudik juga, karena kebetulan saya asli putra daerah Wakatobi. Jadi kalau teman-teman ingin ke Wakatobi, bisa hubungi saya untuk informasi dan budget (Hehe :D).

Welcome to Wakatobi
Kata Wakatobi merupakan gabungan dari empat gugusan pulau besar yang ada dalam kawasan taman laut nasional di provinsi Sulawesi Tenggara, Wakatobi (Wangi-wangi, Kaledupa, Tomia, Binongko). Kabupaten Wakatobi merupakan hasil pemekaran dari kabupaten Buton, dan pusat kotanya berada di Wanci pulau Wangi-Wangi.

Akses ke wakatobi bisa dilakukan via laut dan udara, untuk budget yang lebih murah sudah tentu lewat perjalanan laut dengan menggunakan kapal pelni menuju Bau-Bau dengan konsekuensi waktu perjalanan yg cukup lama. Bagi anda yang memiliki budget yang cukup dan waktu yang terbatas sebaiknya menggunakan transportasi udara via Makassar/Kendari/Bau-Bau/Wangi-Wangi.

Untuk perjalanan saya kali ini menggunakan transportasi udara dari ternate menuju Makassar (transit), keesokan harinya baru dilanjutkan penerbangan ke Wakatobi karena dalam seminggu hanya dua kali penerbangan dari Makassar.

Perjalanan dari Bandara Sultan Babullah Ternate ke Bandara Internasional Sultan Hasanudin Makassar ditempuh dengan waktu kurang lebih 2 jam. Sampainya di Makassar saya menggunakan jasa taksi bandara untuk menuju tempat nginap disalah satu hotel murah yang berada di jl. Perintis kemerdekaan km 16 Komp. Kima Square dan aksesnya tidak terlalu jauh dengan Bandara.

Untuk informasi resmi taksi bandara di Makassar sangat jelas dan mudah, banyak petugas bandara yang akan mengarahkan. Dengan menggunakan sistem modern digital semacam mesin ATM kita bisa memilih perusahan taksi yang bisa kita gunakan. Ongkos taksi dari bandara disesuaikan dengan wilayah tempat yang akan dituju. Makassar sendiri wilayahnya sudah dibagi-bagi perzona wilayah untuk yang terdekat wilayah 1, selanjutnya wilayah 2 sampai terjauh wilayah 4. Hotel yang kami tuju masuk di wilayah 2 dengan budget 144 ribu.

Konter Taksi Resmi Bandara

Awalnya niat untuk jalan-jalan di Kota Makassar, berhubung hujan lebat akhirnya kuputuskan untuk istrahat saja, karena harus berangkat keesokan paginya. Penerbangan ke Bandara Matahora Wakatobi ditempuh kurang lebih 2 jam (satu kali transit) menggunakan pesawat perintis baling-baling, milik salah satu maskapai nasional dengan jumlah penumpang kurang lebih 35 orang. Pesawat dengan tingkat kebisingan yang luar biasa. Luar biasa oleng, luar biasa membuat degup jantung was-was tapi aman karena sudah memenuhi standar penerbangan, cukup dengan harga 520 K untuk tiketnya (hehe :D).

Sebelum ke bandara Matahora Wakatobi terlebih dulu transit di bandara Halu Oleo Kendari, tidak perlu beranjak dari tempat duduk karena kurang lebih 25 menit penerbangan yang menantang nyali segera berlanjut. Suara deru bising dari baling-baling samping pesawat cukup membuat nyanyian diatas udara makin seru.

Salah satu hal yang membuat saya tetap tenang dalam pesawat adalah pemandangan gugusan pulau nan cantik dengan hamparan pasir putih bisa anda lihat dibilik sempit jendela pesawat. Rasa takjub sungguh luar biasa Indonesiaku, anugerah yang sudah sepatutnya kita syukuri di negeri yang sangat kaya ini.

Akhirnya jreng… pesawatku mendarat mulus di Bandara Matahora Wanci, Wangi-Wangi. Kurang lebih 45 menit dari transit di Kendari. Momen ini tidak bisa dilewatkan yaitu momen foto2, karena harus segera secepatnya menuju pelabuhan speed boat  penyebrangan ke Tomia (Tanah air beta… Hehe :D). Untuk Pulau Wangi-Wangi sendiri cukup banyak objek wisatanya “Pantai Sousu, Pantai Waha, Panorama Puncak Waginopo, Teluk Goa, Goa Kelelewar dan Goa-Goa lain yang masih banyak lagi kalo saya sebutin satu-satu karena pulau Wangi-Wangi adalah gerbang utama pusat menuju keindahan Wakatobi.

Bandar Udara Matahora Wakatobi
Setelah selesai foto-foto, langsung meluncur ke pelabuhan penyebrangan Tomia menggunakan taksi dengan budget 50 K perorang. Jangan sampai salah karena untuk ke Tomia ada dua akses pelabuhan “Pelabuhan Bajo Mola dan Pelabuhan Bajo Jabal”. Pelabuhan Bajo Jabal melayani penyebrangan sekali setiap hari, dibandingkan di Mola yang hanya hari tertentu untuk menyebrang.

Lagi lagi faktor keberuntungan tidak memihak padaku, speed boat sudah berangkat duluan. Mau tidak mau harus nginap juga. Akhirnya setelah Tanya sana sini berbaur dengan warga suku bajo di Jabal, saya temukan juga tempat nginap dekat pelabuhan dan murah dengan harga kamarnya 75k-150k permalam. Kuputuskan untuk nginap disini dengan kamar 100k, fasilitasnya kamar mandi dalam, kipas angin dan kasur untuk dua orang. Sudah lebih dari cukup penghematan budget.

Pelabuhan Speed Boat Bajo Jabal

Keesokan paginya packing dan siap tuk menyebrang ke tomia, ongkos speed boat perorangnya 150k. cerita petualangan di Pulau Tomia yang sangat seru, nanti saya ceritakan selanjutnya yah… (Hehe :D)

Next Story Wakatobi On Vacation Part II

Klik I'm Travelling...!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar