Sudah menjadi sebuah tradisi dan kebiasaan yang kurang baik ketika
setelah event/acara meninggalkan banyak sampah yang berserakan. Apalagi
ketika event/acara itu bertemakan lingkungan hidup.
Salah satu pendekatan untuk mengatasi
dan mengurangi permasalahan tersebut adalah dengan pendekatan “Zero
Waste” atau Nol Sampah.
Mengapa mesti atau setidaknya menjadi anjuran untuk menerapkan pendekatan “Nol Sampah”?
Karena setiap hari bahkan setiap menit manusia
menghasilkan sampah, sampah manusia berbeda dengan sampah alam, sampah
alam akan selaras dengan alam, bekerja perlahan, dan akan kembali ke
alam, sementara “hasil karya” manusia yang kemudian hari menjadi sampah
bekerja cepat tapi jarang selaras bahkan sulit untuk kembali menjadi
bahan serupa sebelum ia dimodifikasi.
(Kiri: Karya Manusia, Kanan: Karya Alam)
Semakin hari semakin banyak sampah
yang dihasilkan oleh “Karya Manusia” sementara alam sangatlah ringkih
dan lama memproses “Karya” manusia, maka Paradigma nol sampah menjadi
sebuah kebutuhan.
Apa Itu Zero Waste/ Nol Sampah? pendekatan nol sampah bisa jadi merupakan turunan dari pengelolaan sampah 3 R yaitu Reduce, Reuse, Recycle.
Dalam pengelolaan sampah dikenal dengan istilah 3R:
Reduce = Mengurangi,
Reuse = Menggunakan Kembali,
Recycle = Mendaur ulang.
Reduce = Mengurangi,
Reuse = Menggunakan Kembali,
Recycle = Mendaur ulang.
Jika kita perhatikan pada segitiga diatas maka sebetulnya yang mesti diutamakan dalam pengeloaan sampah adalah pada level pengurangan jumlah sampah daripada pendaur-ulangan sampah.
Zero Waste merupakan paradigma Reduce yaitu kita mencegah sampah yang kita hasilkan dengan gaya hidup organis atau mencegah sampah dari kita sendiri contoh; membawa air minum dari rumah daripada membeli air minum kemasan. dll
Zero Waste dalam sebuah event?
Zero Waste Merupakan Cara Penting untuk bukan sekedar menunjukan komitmen Peduli Lingkungan dari kita, tetapi juga MENCIPTAKAN MODEL NYATA membuat event kita tidak menghasilkan sampah bagi lingkungan dan tamu kita.
Lalu bagaimana menerapkan prinsip nol sampah dalam sebuah acara/event?
Kuncinya di PERENCANAAN matang, sehingga semua bahan yang digunakan dalam event dapat dipakai ulang, didaur ulang atau dikompos. Tidak Menjadi Sampah Sia-sia ketika dihadapkan untuk menyiapkan salah satu jenis hidangan sebuah acara maka dalam paradigma zero waste, pilihan yang tepat adalah pilihan yang minim untuk menghasilkan sampah.
![]() |
| Sampah yang dihasilkan tanpa "Perencanaan zero waste" |
Selain perencanaan pencegahan adanya
sampah dalam sebuah event, mutlak juga menyediakan fasilitas penyimpanan
sampah terpisah sesuai jenisnya, agar tamu bisa tertib menyimpan
sampahnya.
![]() |
| Contoh pemilihan sampah dengan event |
Hal-hal penting yang mesti ditekankan sejak perencanaan dalam sebuah event zero waste;
- TIDAK MENGGUNAKAN Styrofoam & Kantung Kresek, Styrofoam dicegah dengan menggunakan kemasan alternatif seperti kemasan karton, besek bambu, daun pisang, dll.
- Anjurkan membawa tempat minum sendiri, panitia akan menyediakan air gallon. Jika terpaksa maka kemasan air minum wajib bisa didaur-ulang.
- Maksimalkan penggunaan bahan pakai ulang (mis: piring plastik, piring rotan & gelas yang bisa dicuci)
![]() |
| Kemasan plastik pembungkus makanan, kantong kresek dan styrofoam adalah beberapa contoh bahan "TERLARANG" untuk digunakan dalam event. |
Teknisnya dalam perencanaan Zero Waste Event masih banyak yang belum dapat diuraikan secara lengkap, namun secara garis besar yang disampaikan ini mungkin dapat mengenalkan secara sepintas apa itu “Zero Waste” Event.
Zero waste bukanlah konsep yang sempurna, namun sebuah ide dan gagasan hanya akan menjadi angan-angan jika tanpa diimplementasikan dalam sebuah tindakan, bukan pula sebuah gagasan minim kritik tapi sebuah aksi nyata walau kecil namun berarti bagi keberlanjutan alam dan manusia.
-------------------------Oleh : Rizal Hadizan---------------------------







Tidak ada komentar:
Posting Komentar