Oksida nitrogen lazim dikenal dengan NO. bersumber
dari instalasi pembakaran pabrik dan minyak bumi. Dalam udara, NO dioksidasi
menjadi NO2 dan bila bereaksi dengan hidrokarbon yang terdapat dalam udara akan
membentuk asap. NO2 akan berpengaruh terhadap tanam-tanaman dan sekaligus
menghambat pertumbuhan.
Pabrik yang menghasilkan NO di antaranya adalah pabrik
pulp dan rayon, almunium, turbin gas, nitrat, bahan peledak,semen, galas,
batubara, timah hitam, song dan peleburan magnesium.
2.Fluorida
Fluorida adalah racun bersifat kumulatif dan dapat
berkembang d atmosfer karena amat reaktif. Dalam bentuk fluorine, zat ini tidak
dihisap tanah tapi langsung masuk ke dalam daun-daun menyebabkan daun berwarna
kuningkecoklatan.Binatang yang memakan daunan tersebut bisa menderita penyakit
gigi rontok. Pabrik yang menjadi sumber fluor antara lain pabrik pengecoran
aluminium pabrik pupuk, pembakaran batubara, pengecoran baja dan lainnya.
3.Sulfur dioksida
Gas SO2 dapat merusak tanaman, sehingga daunnya
menjadi kuning kecoklatan atau merah kecoklatan dan berbintik-bintik.Gas ini
juga menyebabkan hujan asam, korosi pada permukaan logam dan merusak bahan
nilon dan lain-lain.Gas SO2 menyebabkan terjadinya kabut dan mengganggu reaksi
foto sintesa pada permukaan daun. Dengan air, gas SO2 membentuk asam sulfat dan
dalam udara tidak stabil. Sumber gas SO2 adalah pabrik belerang, pengecoran
biji logam, pabrik asam sulfat, pabrik semen, peleburan tembaga, timah hitam
dan lain-lain. Dalam konsentrasi melebihi nilai ambang batas dapat mematikan.
4.Ozon
Ozon dengan
rumus molekul O3 disebut oksidan merpakan reaksi foto kimiawi antara NO2 dengan
hidrokarbon karena pengaruh ultra violet sinar matahari. Sifat ozon merusak
daun tumbuh-tumbuhan, tekstil dan melunturkan warna.
5.Amonia
Gas amonia dihasilkan pabrik pencelupan, eksplorasi minyak
dan pupuk. Gas ini berbahaya bagi pemanfaatan dan baunya sangat merangsang.
Pada konsentrasi 25% mudah meledak.
6. Hg (Merkuri)
Secara
alamiah, pencemaran Hg berasal dari kegiatan gunung api atau rembesan air tanah
yang melewati deposit Hg. Apabila masuk ke dalam perairan, merkuri mudah
berkaitan dengan klor yang ada dalam air laut dan membentuk ikatan HgCl.
7.
Timbal (Pb)
Timbal
(Pb) adalah logam yang mendapat perhatian khusus karena sifatnya yang toksik (beracun) terhadap
manusia. Timbal (Pb) dapat masuk ke dalam tubuh melalui konsumsi makanan,
minuman, udara, air, serta debu yang tercemar Pb.
8. Sianida
Sianida
terkadang masih suka digunakan di pertambangan untuk mengekstraksi emas dan
perak. Hal ini yang masih menjadi kontroversi terhadap keselamatan pertambangan
emas dan perak, karena kebocoran sianida bisa mempengaruhi kesehatan manusia
dan makhluk hidup disekitarnya.
9. Arsenik
Zat lain yang juga
populer digunakan untuk kejahatan adalah arsenik yang merupakan unsur paling
umum ke-20 di kerak bumi. Arsenik terjadi dalam berbagai bentuk, tapi zat ini
akan sangat beracun apabila sebagai ion terutama jika bereaksi dengan kandungan
sulfur dari enzim tertentu.
10. Tetrodoksin
Zat
ini biasanya terdapat di dalam ikan puffer (ikan buntal) dan bisa menyebabkan
keracunan tetrodotoksin neurotoksin, ikan ini banyak terdapat di Asia terutama
di Jepang. Dosis 1-2 gram tetrodoksin murni bisa mematikan dan diperkirakan
efeknya melebihi sianida.
11. Botulisme
Botulisme
adalah penyakit infeksi paling berbahaya yang disebabkan oleh bakteri
Clostridium botulinum. Racun dari bakteri ini dikenal paling kuat sehingga
dilarang penggunaannya sebagai senjata biologis dalam peperangan.
12. Partikel
Partikel merupakan zat dispersi terdapat dalam
atmosfer, berbagai larutan, mempunyai sifat fisis dan kimia.
Partikel dalam udara
terdiri dari:
- · Asap, merupakan hasil dari suatu pembakaran.
- · Debu, partikel kecil dengan diameter mikron.
- · Kabut, partikel cairan dengan garis tengah tertentu.
- · Aerosol, merupakan inti dari kondensasi uap.
- · Fume, merupakan hasil penguapan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar