
Corak
batik dan wayang kulit merupakan beragam budaya yang merupakan
identitas bangsa Indonesia. Dan salah satu pengrajin asal Ponorogo,
Isyanto, berhasil menelurkan karya seni dan berbagai hiasan yang
menarik, anehnya, semua bahanyang digunakan berasal dari limbah rumah
tangga yang berhasil disulapnya menjadi karya seni yang berkualitas
tinggi.
Berawal
dari hobby dan kecintaannya pada karya seni Indonesia, Isyanto akhirnya
berhasil mempersembahkan beragam hasil karya bernuansa kelas tinggi
yang semuanya diciptakan dari limbah rumah tangga yang sudah tak
terpakai lagi.
Dalam
pameran yang digelar di Majapahit Travel Fair 2012, Kamis (10/5),
Isyanto berhasil memamerkan beragam karya seninya berupa wayang kulit,
kaligrafi kulit, lukisan kulit, gantungan kunci kulit, pas bunga batik,
helm batik, caping batik meubler batik.
“Kemampuan
ini saya kembangkan sejak lulus sekolah, yang berawal dari pembuatan
wayang kulit. Karya lainnya juga ada yang menggunakan bahan media kayu,
plastik, limbah barang, kertas, kain dan kulit hewan langsung,” ujarnya
Untuk
membuat karya seni tersebut, lanjutnya hanya bermodal bahan sederhana
dan ketrampilan mengerjakannya dengan kesabaran, kemauan dan ketelitian.
Namun setelah jadi bentuknya, akan terlihat seperti barang bernilai
mahal. Mulai dari harga terendah 5 ribu untuk gantungan kunci hingga 25
juta per lukisan kaca dan kulit.
“Seluruh
karya seni buatan saya, juga sudah diakui berbagi negara seperti
Perancis, Taiwan, Cina, Korea, Singapura dan Thailand. Berbekal dari
mengikuti pameran yang diadakan pemerintah setempat mewakili kerajinan
daerah masing-masing, yakni kabupaten Ponorogo,” pungkasnya (lensaindonesia.com).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar