Rabu, 11 September 2013

Isyanto Merubah Sampah Jadi Emas


Corak batik dan wayang kulit merupakan beragam budaya yang merupakan identitas bangsa Indonesia. Dan salah satu pengrajin asal Ponorogo, Isyanto, berhasil menelurkan karya seni dan berbagai hiasan yang menarik, anehnya, semua bahanyang digunakan berasal dari limbah rumah tangga yang berhasil disulapnya menjadi karya seni yang berkualitas tinggi.
Berawal dari hobby dan kecintaannya pada karya seni Indonesia, Isyanto akhirnya berhasil mempersembahkan beragam hasil karya bernuansa kelas tinggi yang semuanya diciptakan dari limbah rumah tangga yang sudah tak terpakai lagi.
Dalam pameran yang digelar di Majapahit Travel Fair 2012, Kamis (10/5), Isyanto berhasil memamerkan beragam karya seninya berupa wayang kulit, kaligrafi kulit, lukisan kulit, gantungan kunci kulit, pas bunga batik, helm batik, caping batik meubler batik.
“Kemampuan ini saya kembangkan sejak lulus sekolah, yang berawal dari pembuatan wayang kulit. Karya lainnya juga ada yang menggunakan bahan media kayu, plastik, limbah barang, kertas, kain dan kulit hewan langsung,” ujarnya
Untuk membuat karya seni tersebut, lanjutnya hanya bermodal bahan sederhana dan ketrampilan mengerjakannya dengan kesabaran, kemauan dan ketelitian. Namun setelah jadi bentuknya, akan terlihat seperti barang bernilai mahal. Mulai dari harga terendah 5 ribu untuk gantungan kunci hingga 25 juta per lukisan kaca dan kulit.
“Seluruh karya seni buatan saya, juga sudah diakui berbagi negara seperti Perancis, Taiwan, Cina, Korea, Singapura dan Thailand. Berbekal dari mengikuti pameran yang diadakan pemerintah setempat mewakili kerajinan daerah masing-masing, yakni kabupaten Ponorogo,” pungkasnya (lensaindonesia.com).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar