Jumat, 03 Februari 2017

Kenapa Lentera Pensil?

Awal merilis blog ini dengan nama yang kurang beken. Membuat kurang diminati, tidak menarik, sangat membosankan dan postingan yang memuakkan. Pentingnya sebuah nama, membuat penulis berpikir panjang dan merubah metode yang dipakai. Dari teori A + B = AB menjadi C + D = A, mengapa demikian saya juga bingung, karena tak ada teori matematikanya.

Bicara teori nama maka kita tak boleh mengesampingkan ilmu marketing jadi sekali lagi bukan ilmu matematika. Nama adalah nilai jual, orang tertarik lantaran judul atau nama yang disajikan. Jualan laku di pasaran karena cara marketernya si penjual, begitupun juga dengan menulis harus punya strategi. Tapi disini saya tidak akan menceritakan tentang ilmu marketing!. Saya akan mengulas lebih pada filosofi atau falsafah dari nama sekaligus alamat blog ini.

Banyak yang bertanya kenapa blog ini namanya lentera pensil?
Penulis mengambil kata “Lentera Pensil” karena melirik dari nilai filosofi kata itu. Hanya dua kata Lentera dan pensil tapi punya beribu makna yang terkandung. Mengapa bukan senter dan pena barangkali jika itu yang terjadi saya tak akan menulis di blog ini.

Lentera dalam pengertiannya adalah cahaya. Sejuk, tidak silau dan mendamaikan suasana hati. Sesuatu yang mendamaikan hati merupakan dambaan tiap insan. Tak ada orang didunia ini yang tak ingin damai bahkan penjahat sekalipun pasti ingin damai. Lentera selalu digunakan sebagai pencahayaan dikala gelap gulita, sumber penerang jalan agar tak sesat. Orang selalu berjalan kearah cahaya berada, seperti itulah kesimpulan penulis memakai dan memaknai kata lentera.

Sedangkan pensil merupakan pemaknaan dari alat yang digunakan dalam menulis. Pensil ketika salah dalam nulis masih bisa menghapus atau mengeditnya. Penulis selalu ingin tulisan yang terbaik tiap postingan, selalu berulang dibaca jika salah diedit. Pensil punya nilai kesahajaan, sangat tidaklah elok jika keangkuhan yang ditampilkan. Dari kesederhanaan kata pensil ini penulis mencitrakan judul dan alamat blog ini.

Akhirnya lahirlah “Lentera Pensil” semoga bisa menjadi berkah tersendiri buat penulis maupun pembaca, tak lupa kiranya jika ada masukan, kritik maupun saran mohon bisa disampaikan lewat kolom komentar.

Syahdianto Al Absyar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar