Rabu, 23 Desember 2015


Profesi Dalam Angan dan Kenyataan

Ketika dihadapi dengan suatu pilihan, pasti yang ada dalam benak kita adalah mengharapkan yang sesuai dengan keinginan hati. Begitupun juga dalam pendidikan, kita bisa memilih jurusan sesuai dengan bidang minat yang kita suka tentunya. Ingin jadi dokter kuliahnya harus di fakultas kedokteran, ingin jadi guru kuliahnya harus di fakultas keguruan dan jika ingin jadi pegawai bank, kuliahnya juga sudah pasti yang berhubungan dengan ekonomi dan akuntansi.

Setelah menimba ilmu kurang lebih empat tahun lamanya dan menamatkan strata satu, akhirnya kita bisa berada dititik terakhir yang merupakan awal untuk lembaran baru “Dunia Kerja”. Pernahkah terpikir dalam benak kalian ketika menyelesaikan study di Institut Perguruan Tinggi nanti, ternyata tempat kerja yang mempekerjakan saudara spesialisasi kerjanya tidak sama dengan jurusan yang anda minati di waktu kuliah dulu. Seperti itulah membahas persoalan takdir, masalah rejeki bahkan jodoh tidak ada yang tau. Dilema profesi dalam angan dan kenyataan bisa menimpa siapa saja, anda seorang dokter bisa saja takdir rejeki saudara di dunia perbankan.

Seorang tentara yang akan bertempur memerlukan amunisi senjata untuk melawan para penantangnya. Strategi perangpun harus dijalani, agar bisa menang melawan musuh. Seperti itulah nasib, anda harus siap dalam membekali hidup. Menghadapi dunia modern tidak ada bedanya dengan dunia rimba, hukum alam selalu ada. Siapa yang kuat, dia bisa menjadi penguasa. Seperti kutipan teori yang dipaparkan Charles Darwin dalam bukunya “on the origin of species”, teori seleksi alam memiliki konsep bahwa spesies yang berhasil beradaptasi dengan baik akan terus bertahan hidup, sedangkan yang tidak dapat beradaptasi akan punah.

Alih profesi yang dikenal dengan istilah banting setir bisa saja terjadi pada anda. Kalian pasti ingat pernah heboh berita seorang mantan anggota Brimob Gorontalo yang tenar gara gara video lipsing dan menirukan joged lagu india “Caiya Caiya” kini menjadi seorang artis dan mengisi banyak acara-acara talk show di layar televisi. Banyak orang yang mau keluar dari zona nyaman dan merangkak dari awal di pekerjaan baru demi memanfaatkan peluang job. Seperti itulah yang terpikirkan dari seorang Norman Kamaru mantan anggota Brimob tersebut. 

Sebenarnya alih profesi merupakan cara yang tepat untuk mengembangkan karier. Selain bisa menambah pengalaman. Anda juga bisa menuangkan segala kemampuan yang dimiliki. Kita harus cerdik dalam memanfaatkan semua peluang dan pintar dalam memaksimalkannya, demi mendapatkan income. Semuanya kembali pada pilihan anda.

Manado, 23 December 2015 11:00 PM
Created : Syahdianto

Tidak ada komentar:

Posting Komentar